February 16, 2010

Madrid kalah 0-1 di Kandang Lyon



Real Madrid tak berkutik di kandang Olympique Lyon. Pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Stade de Gerland, Rabu (18/2/2010) dini hari WIB, klub megabintang itu kalah 0-1.

Kekalahan tipis itu memang belum memupus harapan "Los Blancos" untuk lolos ke babak perempat final. Namun, Pelatih Manuel Pellegrini harus mengubah permainan tim asuhannya karena dalam laga tersebut Madrid hanya kalah dominan. Di setiap babak, Lyon rata-rata menguasai 65 persen alur bola.

Di 45 menit awal, "Les Gones" membombardir gawang Iker Casillas dengan sebelas percobaan gol. Namun, bidikan Lisandro Lopez dkk sering berujung salah menyasar gawang sehingga amanlah gawang Madrid hingga turun minum.

Madrid berontak dan mencoba bangkit di babak kedua. Namun, gol tuan rumah pada menit ke-47 mengubah suasana permainan. Dari luar kotak penalti, Jean Makoun melepas tendangan melengkung dan masuk ke pojok gawang Iker Casillas.

Kemenangan sementara itu membuat tuan rumah kian bergairah. Secara bergilir, Lisandro Lopez, Cesar Delgado, dan Sidney Govou membombardir gawang "El Real". Tusukan bertubi-tubi itu sempat membuat lini belakang "Los Blancos" kocar-kacir, tapi tak ada gol lagi di sarang Casillas.

Satu kesempatan emas Madrid dibuat oleh Higuain pada menit ke-62. Penyerang Argentina itu berlari kencang dalam sebuah serangan balik kilat di sayap kanan. Sayang, tendangannya ditepis ketika ia tinggal berhadap-hadapan dengan kiper Hugo Lloris.

Masuknya Karim Benzema, yang musim lalu masih membela Lyon, tak juga menambah daya tekan Madrid terhadap "The Kids". Skor tak berubah hingga akhir laga.

Duel leg kedua antara kedua tim akan berlangsung di Santiago Bernabeu pada 10 Maret mendatang. Agar bisa lolos ke babak selanjutnya, Madrid harus menang dengan selisih dua gol.

Susunan pemain:
Lyon:
Lloris; Boumsong, Cris, Cissokho, Reveillere; Toulalan, Makoun, Pjanic (Kallstrom 78), Delgado (Bastos 89), Govou; Lisandro (Gomis 81).

Real Madrid: Casillas; Ramos, Albiol, Marcelo (Garay 46), Arbeloa; Alonso, Diarra, Granero, Kaka, Ronaldo; Higuain (Benzema 63).

February 7, 2010

Arsenal Tak Berdaya lawan The Big Four



Arsenal gagal lulus ujian berat. Cesc Fabregas dkk. gagal menang dalam laga padat melawan tim-tim berat. Bagaimana rapor Arsenal dan pengaruhnya terhadap kans mereka dalam memburu gelar juara?

Tiga dari empat laga berat yang harus dilakoni Arsenal dalam dua minggu ini, berakhir mengecewakan. Tidak ada kemenangan yang dibukukan oleh tim Gudang Peluru. Sekali seri, dua kali kalah, dengan sekali mencetak gol serta lima kali kebobolan adalah rapor mereka.

Ujian itu diawali dengan skor 0-0 di kandang Aston VIlla, 27 Januari silam. Selanjutnya dua kekalahan beruntun harus ditelan pasukan Arsene Wenger. Pertama dari Manchester United pada 31 Januari, dan yang teraktual dari Chelsea, Senin (8/2/2010) dinihari WIB.

Rentetan hasil buruk ini tak pelak mengganggu perjalanan Arsenal dalam upayanya merengkuh titel Liga Primer.

Tim London Utara kini memiliki poin 49. Sementara Chelsea yang ada di puncak punya nilai 58 dan Manchester United di peringkat kedua memiliki poin 56.

Faktor pemain yang cedera, sehingga membuat Arsenal tidak tampil dalam kondisi terbaik, bisa menjadi salah satu penyebab dari rentetan hasil buruk ini.

Bursa transfer Januari sudah lewat. Tidak ada pembelian signifikan yang dilakukan manajer Arsene Wenger. Kini, satu-satunya harapan bagi Arsenal adalah menunggu para pemain yang menepi akibat cedera bisa bermain lagi, dan yang baru saja pulih bisa dengan cepat kembali ke performa terbaik mereka.

Namun di balik rentetan hasil negatif yang dicatatkan tim Gudang Peluru dalam beberapa laga Liga Primer terakhir, ada satu hal yang boleh "disyukuri". Pasalnya di sisa musim, tim besar yang harus dihadapi Arsenal tinggal Liverpool saja.

Tim London Merah pantas berharap ketika pemainnya sudah pulih dan sudah kembali ke kondisi puncak, mereka sudah tak perlu lagi menghadapi tim sesama The Big Four. Di situlah Arsenal bisa memanfaatkan situasi untuk tancap gas.

Inter boleh lega sementara



Inter Milan kini memiliki waktu untuk tarik napas sejenak. Keunggulan sepuluh poin atas AC Milan adalah penyebabnya. Meski begitu bukan berarti La Beneamata mau istirahat total.

Keunggulan sepuluh angka didapat usai pasukan Jose Mourinho mengatasi Cagliari dalam laga yang digelar Minggu (7/2/2010) malam WIB.

Selisih angka yang mencapai dua digit ini juga tak lepas dari kegagalan Milan untuk meraih poin penuh di laga lainnya.

"Kemenangan (atas Cagliari) ini sangat penting. Terutama karena kami kini unggul sepuluh angka dari peringkat kedua," ujar Mourinho seperti dikutip dari Football-Italia.

"Hasil di bulan Januari lalu memberikan kami kepercayaan diri tinggi dan hari ini Anda melihat bahwa kami telah melakukan segalanya dengan benar mulai dari awal hingga akhir laga. Kami tampil sangat percaya diri dan tampil menyerang," lanjut pembesut asal Portugal itu.

Selisih sepuluh poin ini datang di saat yang tepat buat Inter. Pasalnya di waktu-waktu mendatang jadwal tim "Biru Hitam" akan semakin padat seiring dengan mulai bergulirnya lagi Liga Champions.

"Unggul sepuluh poin memberikan kami sedikit ruang untuk bernapas. Namun itu bukan berarti kami mau berhenti. Kami harus melanjutkan kemenangan," timpal kapten Javier Zanetti kepada situs resmi klub.